Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Seks Mahasiswi Demi Nilai UAS Part 2

Selamat Datang Kembali para sobat mesum, ini merupakan lanjutan dari Cerita Seks Mahasiswi Demi Nilai UAS Part 2 yang sebelumnya, pasti pada penasaran sama kelanjutannya. Buat yang belum tau silahkan dibaca dulu Cerita Seks Mahasiswi Demi UAS Part 1 nya ya. Biar nyambung sama cerita yang ini. Selamat menikmati teman-teman..

Cerita Seks Mahasiswi Demi Nilai UAS Part 2

Cerita Seks Mahasiswi Demi Nilai UAS Part 2

Cerita Seks Mahasiswi Demi Nilai UAS Part 2

Cerita Seks – Ketika mendengar suara bel tersebut, Pak Anto segera bangkit  dan merapikan pakaiannya.
“Pak Fauzi ya ?” tanya Felisya
“Bukan non, kalau Bapak pulang pasti beliau membunyikan klakson. Sebentar ya non, coba saya cek dulu.”
Setelah Pak Anto keluar, Felisha pun segera menuju ke toilet yang ada di dekat ruang tamu, ia segera mengenakan semua pakaian dan merapikan rambutnya yang berantakan. Tak lupa ia juga berkumur untuk membersihkan mulutnya.

Tak lama kemudian ia pun kembali ke ruang tamu tadi, bersamaan dengan masuknya Pak Anto.
“Siapa Pak?”
“Mas Cecep, neng. Silahkan mas, masuk aja.”
Tampak seorang pemuda berusia sekitar 27 tahunan sedang membawa galon air mineral.
“Maaf non, saya Cecep mau nganter galon. Ini siapa lagi Pak Anto? Pasien baru?” tanya Cecep sambil cengar-cengir jorok.
“Ajak-ajak Cecep donk..”

Merasa sudah tanggung, Felisya hanya diam saja saat Cecep berkata seperti itu. Cecep pun duduk disebelahnya dan saat Felisha menyodorkan tangan untuk berkenalan, Cecep malah langsung mencengkram payudaranya.
“waah, kenyel ya..” katanya sambil mulai meremas-remas payudara Felisha.
“boleh juga nih, siang-siang bolong gini ketiban rejeki nomplok.” Cecep mengungkapkan kebahagiaannya.

“Kalian enak, aku yang ketiban sial. Sehari dua orang yang menikmati diriku.” Felisha menggerutu dalam hati.
Felisha pun dituntun menuju ruang tengah dimana ada sebuah sofa bed yang biasa dipakai oleh Pak Fauzi untuk beristirahat. Felisha di dudukkan di sofa bed tersebut kemudian dua orang laki-laki mesum itu melepaskan pakaiannya. Usai melepaskan semua pakaian mereka, Cecep dan Anto berdiri mengerumuni Feli. Dalam posisi masih duduk, kedua tangannya menggenggam penis kedua pria tersebut. Sambil mengocok penis Anto menggunakan tangan kanannya, dia memasukkan penis Cecek ke dalam mulutnya.

Cecep tidak dapat menutupi perasaan nikmat yang didapat dari permainan mulut yang dilakukan oleh Feli, ia nampak sedikit menggeliat saat Feli menjilati kepala penisnya sambil sesekali jilatannya mengarah ke buah zakarnya.
“Loh kok udahan non, terus donk..” kata Cecep saat Feli berhenti melakukan oral terhadap penisnya.
“Gantian lah mas, masa cuma sendiri aja. Emank mau buru-buru mainnya?” jawab Feli sambil menggerutu dalam hati.

Cecep pun tidak diam saja, saat Feli sedang menghisap penis Anto, ia berpindah posisi ke belakang Feli dan menarik pinggang Feli ke belakang hingga posisi Feli menjadi menungging. Ia meremas-remas dada Feli dari belakang sambil sesekali menjilati punggungnya. Ia juga menggesekkan penisnya yang menempel dengan vagina Feli, Gesekan-gesekan itu membuat Felisha semakin bergairah, sehingga permainan mulutnya terhadap penis Anto semakin menjadi-jadi.

Cecep menghentikan semua kegiatannya dan kini fokus terhadap penisnya dan mengarahkan ke dalam vagina Feli, ketika kepala kemaluannya menemukan bibir vagina yang dicari-cari, ia pun mulai melesatkan batang kemaluannya ke dalam vagina Feli.
“Aaaaaahh…!!” Felisha pun mengerang akibat tindakan tersebut.
Begitu dirasa sudah mulai masuk, Cecep segera melakukan gerakan maju mundur dan menggenjot penisnya. Meski mengerang, namun suara erangan Feli tidak jelas terdengar karena disaat yang bersamaan, penis Anto berada di dalam mulutnya dan bergerak maju mundur. Mendapat serangan dua arah begitu Feli kelabakan ditambah lagi perlakuan mereka agak liar.

Tapi tidak lama ia sudah bisa menyesuaikan diri dan mulai menikmati perlakuan atas dirinya. Gerakan-gerakan mereka sudah mampu disesuaikan.
“Enak banget nih, vaginanya mantap, peret..” ceracau Cecep sambil menambah kecepatan goyangnya.
Dalam waktu dua puluh menit, goyangan Cecep membuat gadis muda itu mencapai klimaks dan membuat penisnya dibasahi oleh cairan kewanitaan yang keluar dari vaginanya. Desahannya terdengar samar karena saat itu ia sedang sibuk dengan penis Anto dan kepalanya pun dipegangi agar tidak melepaskan mulutnya dari penis Anto.

Cerita Seks Mahasiswi Demi Nilai UAS Part 2

Cerita Seks Mahasiswi Demi Nilai UAS Part 2

Melihat reaksi Feli yang menegang seperti itu, mereka memberinya waktu untuk menikmati kenikmatan yang memuncak itu. Selang 1 menit kemudian mereka kembali melanjutkan kegiatannya, awalnya dengan perlahan-lahan, namun lama kelamaan semakin cepat. Anto tidak membiarkan payudara Feli menganggur begitu saja menggantung di bawah. Ia melepaskan penisnya dari mulut dan mengganti posisi menjadi dibawah Feli, payudaranya mulai dijilati sambil tangan kirinya memainkan payudara satu lagi. Putingnya dijilati dan dipilin-pilin. Meskipun sulit, Feli berhasil mengimbangi permainan dua pria itu dan menikmati tindakan mereka.

Tak lama berselang, Cecep pun orgasme, ia menyemburkan air mani di atas pantat montok Feli dan setelah itu rebahan di sofa bed. Anto yang sedari tadi sibuk dengan payudara Feli pun kini berganti posisi ke belakangnya dan mulai memasukkan penisnya ke dalam vagina Feli. Gerakan pelan ia lakukan di awal, lama kelamaan semakin cepat. dan terdengar suara desahan Feli.
“aaaahhh.. aaaahhhh..”
Mendengar desahan itu ternyata membuat Anto mencapai puncak gairahnya, karena tak lama kemudian ia pun mencapai orgasme. “neeeenng,,ooohhh.. bapak mau keluar niiih…aaaaaahh…”
“Jangan didalam ya pak..” larang Feli.
Pantatnnya pun kembali menjadi sasaran ‘tembak’.

Feli pun langsung lemas dan tiduran tengkurap di sofa bed tersebut, dengan nafas yang masih terengah-engah tanpa terasa matanya mulai sayup dan terpejam hingga akhirnya ia terlelap karena perasaan lelah.

Ketika ia membuka mata, ia terkejut karena berada di sebuah ranjang, kondisinya pun masih dalam keadaan telanjang bulat hanya tertutup selimut. Ia berusaha menyadarkan diri dan memandang ke sekeliling ruangan itu untuk mencari tahu dimana ia saat ini. Jam dinding yang terpaku di dinding menunjukkan pukul 5 sore.

“ini dimana ya? berapa lama aku tertidur?” saat Feli masih kebingungan dengan kondisinya saat itu, tiba-tiba pintu kamar terbuka.
“Sudah bagun, Fel..?” Ternyata yang masuk adalah Pak Fauzi yang aku tunggu daritadi.
“Maaf Fel, tadi saya pulang agak terlambat karena ada acara keluarga, ini saya buatkan teh hangat untuk kamu”

Feli bangun sambil menyenderkan kepalanya ke ranjang dan menerima gelas yang disodorkan oleh dosennya.
“Tadi siang kamu digilir Anto dan Cecep ya? Pantesan keliatan lemes gitu”
“Giliran Bapak ga harus hari ini kok kalau kamu memang lelah, kamu bisa pulang setelah kamu selesai mandi dan beres-beres.”
“Tidak apa-apa Pak, sudah nanggung. Sekalian saja hari ini selesaikan semua” jawab Felisha, karena ia malas harus bolak’balik lagi jika tidak dipenuhi hari ini.
“Tapi ini sebentar lagi gelap, memangnya kamu ga ada acara?”
“Tidak ada Pak, hari ini jadwal aku kosong kok.”
“Pak, tolong ambilkan tasku donk disana.” katanya sambil menunjuk sebuah kursi tempat tas modisnya diletakkan. Ia mengambil hp dari dalam tasnya itu sekedar mengecek saja, ternya terdapat beberapa notifikasi telepon dan WA yang masuk.

“Jadi sekarang kita mau ngapain nih Pak” Tanya nya tanpa basa’basi.
“Mandi dulu yuk, sekalian bersihin badan dulu biar lebih seger. barengan aja.”
Felisha pun menjulurkan tangannya untuk dibantu bangun dari ranjang.
Pak Fauzi menyambut uluran tangan itu, setelah Feli berdiri Pak Fauzi menciumi bibirnya sebelum akhirnya dituntun ke kamar mandi.
Kran shower pun dinyalakan, setelah air sudah cukup hangat ia memanggil mahasiswinya itu untuk bergabung ke bawah Shower.

Air hangat itu terasa menyegarkan bagi Feli, semua bekas-bekas sisa kegiatannya tadi siang yang masih terasa lengket dibadannya pun rontok seketika bersamaan dengan air yang mengalir. Tiba-tiba pinggangnya dirangkul oleh Pak Fauzi dari belakang. Selain perut buncit Pak Fauzi yang menempel di punggungnya, terasa juga di bawah ada sebuah benda panjang bergesekan dengan pantatnya.

“Sabunannya Bapak bantu ya..”
Feli mengangguk dan membiarkan tangan pria itu menggerayangi tubuhnya, belaian Pak Fauzi ternyata membangkitkan gairah Feli.
Ketika tangan Pak Fauzi menyabuni daerah-daerah sensitif di tubuhnya, mulutnya mengeluarkan suara desahan kecil.
Dengan kondisi tangan kanan menyabuni payudara Feli, tangan kirinya dimanfaatkan untuk memilin dan memencet puting susunya yang licin. Perlahan tapi pasti, tangannya mulai turun ke bagian bawah, kali ini giliran bokong dan pahanya yang digerayangi, karena tangannya tak sampai ke bawah kaki Feli maka Pak Fauzi pun jongkok dan melanjutkan kegiatan sabun menyabun itu hingga ke ujung kaki. Sekujur tubuh Feli kini sudah tersabuni, kemudian Pak Fauzi kembali berdiri dan mengarahkan sabunnya ke daerah kewanitaan Feli.

“Nah, yang ini juga harus dibersihkan. Karena pasti banyak ludah dan air mani sisa tadi siang nih.”
“Tapi hati-hati ya Pak, jangan sampai sabunnya masuk ke dalam”
“Okeee, tenang aja Fel”
Saat tangan Pak Fauzi menggosok vagina Feli, ia mendesah kecil. Karena daerah itu merupakan yang paling sensitif baginya.
Usai menyabuni Feli, ia pun menyabuni tubuhnya sendiri dengan cepat. Badan Feli kembali dipeluk dalam posisi berhadapan, mereka pun terlibat ciuman yang sangat bergairah karena keduanya sudah dipenuhi hawa nafsu. Di tengah-tengah kegiatan bercumbu itu, Feli menggesekkan payudaranya yang menempel di dada dosen itu ke kiri dan kanan.

“Waah, Feli dah horny berat ya?” kata Pak Fauzi kepada Feli, tanpa menunggu jawaban ia kembali melanjutkan ciumannya.
Tangannya mengelus punggung wanita itu sampai ke pantat, sampai disana diremasnya kedua pantat montok itu. Hampir sepuluh menit lamanya mereka bercumbu hingga nafas mereka menggebu-gebu, akhirnya Pak Fauzi mengajaknya ke bawah Shower lagi untuk membilas badan. Ketika membersihkan daerah kewanitaan Feli, tangan Pak Fauzi kembali menggerayangi, seusai bersih dibilas jarinya pun dimasukkan untuk mengorek-ngorek bagian dalam vagina Feli. Tindakan itu membuat Feli menjerit dan menggelinjang.

Sesudah selesai semua kegiatan mereka di kamar mandi, Pak Fauzi mengambil handuk untuk mengeringkan badan Feli, setelah itu ia juga mengeringkan badannya sendiri.

Pak Fauzi menuntun Feli ke ranjang,
“Tengkurap Fel, sini Bapak pijitin”
“Yang enak ya Pak pijitnya.”
Pak Fauzi pun mulai pijatannya dari tengkuk, bahu, punggung serta pinggangnya. Feli menikmati pijatan itu, sesekali tangan Pak Fauzi mengarah ke samping badannya dan menyentuh payudaranya. Pijatan itu melengkapi rangsangan yang sudah diterimanya dari Pak Fauzi saat di dalam kamar mandi tadi dan kini Feli sudah siap untuk melakukan kegiatan inti. Pijatan Pak Fauzi semakin menurun hingga ke pantatnya, terus turun ke paha, betis hingga telapak kaki. Kemudian Pak Fauzi mengangkat telapak kaki Feli dan mulai memasukan jari-jari kaki Feli ke mulutnya.

“eeeMmmhhh…” terdengar Feli mendesah.
Ciumannya lalu mulai bergerak ke arah betis, paha dan sampai lah ke pantat, begitu sampai disana. Posisi Feli dibalikkan hingga kemaluan wanita itu berada tepat di depan wajahnya. Pak Burhan menatap vagina itu dengan penuh nafsu. Pak Fauzi memulai dari paha dalam Feli dengan jelatan halus.
“aaaahhh.. Pak” Desahnya bersamaan dengan dimulainya jilatan di bibir vaginanya.
Dengan lincah lidah Pak Fauzi menyelinap untuk menjilat sisi dalam vaginanya.

Badan Feli menggelinjang disertai jeritan liar keluar dari mulutnya saat lidah si dosen beraksi di vaginanya. Tangannya menjambak rambut dan menekan wajah pria itu memberi instruksi agar Pak Fauzi terus menjilati dan melahap vaginanya.
“Aku udah ga tahan Pak, ayo masukin..”
Merasa vagina itu sudah siap, Pak Fauzi pun mengarahkan kepala penisnya ke sana. Vagina Feli masih terasa sempit dan peret, usai memasukkan ke dalam, Pak Fauzi diam sejenak dan merasakan kehangatan vagina yang memenuhi penisnya. Ia menatap wajah mahasiswinya itu dan menikmati momen tersebut.

“Sempit sekali Fel, Kapan kamu kehilangan perawanmu?”
“Waktu kelas 1 SMA pak.”
“Siapa laki-laki beruntung itu Fel?”
“Cinta pertamaku, Pak. Aaaaaahhhhhhh…” jeritnya saat Pak Fauzi tiba-tiba menyentakkan pinggulnya.
Sambil bergerak maju mundur, Pak Fauzi menciumi bibir Feli dengan ganas.

Felisya sangat menikmati semua goyangan dan cumbuan yang dilakukan oleh Pak Fauzi. Ia memeluk pria itu, kakinya pun ikut dilingkarkan dipinggang Pak Fauzi agar posisi penis tidak lepas dari vaginanya.
Pak Fauzi melakukan gerakan yang sesekali sedikit kasar dan lembut, setiap variasi yang dilakukan, memberi sensasi tersendiri bagi Feli.

“aaahhh…ooohhh…benar-benar vagina yang nikmat.”
“aaahhhh.. aaahhhh.. oooohh…enak banget Fel.. aaaahhhh”
Goyangan demi goyangan terus dilakukan, mereka bercinta seperti orang kesetanan.
Feli pun sesekali menggerakkan pinggulnya naik turun mengimbangi gerakan pinggul Pak Fauzi.

Setelah kurang lebih setengah jam lamanya mereka bercinta, suara erangan panjang keluar dari mulut Feli, reaksi tubuhnya pun mulai mengejang dan cengkeraman ke sprei ranjang pun semakin keras. Vaginanya yang berkontraksi bersamaan dengan kehangatan cairan kewanitaan yang keluar membuat penis Pak Fauzi hangat dan menyebabkan dirinya semakin bersemangat menyodok vagina Feli. Dua menit kemudian Pak Fauzi pun orgasme, saat air maninya menyembur keluar penisnya dibenamkan sedalam mungkin di vagina Feli.

Setelah sama-sama mencapai orgasme, mereka pun terbaring lemas bersama. Sesaat Feli melemparkan pandangannya ke arah jam dinding yang menunjukkan
pukul 5.45.

Feli merasa lemas sekaligus lega, karena ia sudah menuntaskan semua ‘tugas’nya hari ini, setelah beristirahat sejenak beberapa saat di ranjang ia pun beranjak ke kamar mandi untuk kembali membersihkan diri sekaligus memakai kembali semua pakaiannya.

Begitu keluar dari kamar mandi, ia berpamitan dengan dosennya untuk pulang kerumah. Dengan memakai handuk, Pak Fauzi pun mengantarkan Felisha ke pintu utama. Begitu sampai di depan pintu, ia meremas pantat montok Feli sambil mengucapkan salam perpisahan.

Tamat

Demikian Cerita Seks Mahasiswi Demi Nilai UAS ini berakhir dengan happy ending, karena keperluan 2 orang itu sama-sama terpenuhi.

Baca Juga :  Cerita Seks Terbaru Menikmati Perawan Surti Yang Seksi

Leave a Reply