Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Mesum Merasakan Tubuh Bule

Cerita Mesum Merasakan Tubuh Bule ini bercerita mengenai pengalaman Doni yang saat itu berkuliah di Malaysia dan Stacey seorang gadis asal Swedia yang merupakan teman sekelasnya. Penasaran bagaimana seorang bule bisa bercinta dengan Doni? Silahkan disimak cerita mesum berikut ini ya.

Cerita Mesum Merasakan Tubuh Bule

Cerita Mesum Merasakan Tubuh Bule

Cerita Mesum – Sebelum kumulai cerita mesum merasakan tubuh bule di kampus ini, ijinkan kuperkenalkan diriku terlebih dahulu, namaku Doni saat ini berusia 28 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan perbankan di Jakarta. Pengalamanku ini terjadi saat aku masih di masa kuliah dulu, saat aku memasuki tahun ke tiga sebagai mahasiswa di suatu kampus di Malaysia. Aku mengambil jurusan Design di kampus itu, di kampus itu memang banyak sekali mahasiswa maupun mahasiswi yang berasal dari Eropa dan Amerika. Ada seorang mahasiswi asal Swedia yang menarik perhatianku.

Namanya Stacey, ia memiliki penampilan yang sangat menarik. Bentuk tubuhnya yang sangat terawat dengan tonjolan dada yang standar membuat diriku sangat mengaguminya. Mungkin karena sudah terbiasa di negaranya, ia sering mengenakan pakaian-pakaian ketat dan seksi setiap ke kampus. Tak ayal banyak mata mahasiswa laki-laki yang menjadikannya pusat perhatian. Orangnya sangat ramah, dan easy going. Ia tidak pilih-pilih dalam berteman.

Karena sudah sering berkumpul bersama saat istrihat maupun jam di luar kampus, maka kami pun memiliki nomor handphone masing-masing. Kami sering pulang bersama menggunakan bus umum, aku pun sudah mengetahui tempat tinggalnya. Ia pernah menunjukkannya kepadaku sewaktu kami pulang bersama.

Suatu hari karena sedang libur dan bingung mau kemana, aku pun menelepon Stacey dan mengatakan diriku ingin mampir ke apartemennya. Dengan senang hati ia memperbolehkanku ke sana, kebetulan dia juga sedang tidak pergi kemana-mana. Begitu tiba di sana, ia menyambutku sambil tersenyum manis ketika membuka pintu. Banyak hal yang kami jadikan bahan obrolan, mulai dari masalah kuliah hingga masalah pribadi tak ketinggalan kami juga saling membicarakan budaya negara kami.

Ternyata saat ini ia sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan pacarnya yang juga berkuliah, namun di negara asalnya, Swedia. Foto-foto mesra mereka terpampang di lemari dekat ruang tamu. Mereka berkomunikasi via telepon, chatting dan terkadang video call setiap malam sebelum tidur.

Stacey memang tipe wanita yang sporty, ia mengajakku untuk ikut fitness bersamanya. Aku pun menyetujui ajakannya, lumayan juga kalau ada olah raga agar badan tetap bugar pikirku. Saking asyiknya kami ngobrol, tidak terasa waktu menunjukkan pukul 10.45 malam. Saat hendak pulang dan berpamitan padanya, tiba-tiba ia memelukku. Tindakannya membuatku kaget, karena hal yang selama ini hanya kulihat secara diam-diam kini menempel di dadaku. Ya betul, payudaranya yang montok itu terasa kenyal saat kami berpelukan.

Beberapa minggu kemudian gantian Stacey yang menghubungiku, setelah berbincang di telepon aku pun dimintanya untuk menemai jalan-jalan. Kami berkeliling Malaysia seharian dan menyempatkan diri untuk mampir di sebuah restoran untuk makan sebelum kuantarkan dirinya kembali ke apartemen.

Sambil menikmati makanan yang kami pesan, berbagai obrolan pun kami bicarakan sampai-sampai masalah pribadi mengenai urusan seksual pun dijadikan topik pembicaraan. Dari obrolan itu aku mengetahui berbagai kebiasaan seks nya. Mungkin karena kami sudah cukup dekat atau memang budaya barat tidak ada perasaan tidak enak maupun sungkan saat mengumbar urusan seksual pribadi, ia pun menceritakan kepadaku secara terbuka, termasuk kebiasaan dia bercinta dengan pacarnya.

Ketika ia sedang asyik cerita, aku menyelipkan pertanyaan nakal apakah selama berpisah dengan pacarnya itu apakah ia bisa menahan birahinya. Dia hanya merespon dengan senyum malu-malu dan tak menjawab selinganku itu. Penisku daritadi sudah ereksi karena obrolan kami mengenai masalah seksual tadi.

Dalam perjalanan menuju apartemennya, otakku sudah berpikiran macam-macam. Khayalan-khalayan mesum pun mulai terbersit dipikiranku. Cerita mesum merasakan tubuh bule ini tidak akan terjadi jika seandainya kami tidak melakukan obrolan tadi.

Begitu tiba di depan apartemen, ia pun menawarkan diriku untuk mampir dan minum segelas teh. Tentu saja tawaran itu kuterima, karena sedari tadi aku sudah berpikiran jorok saja dan berharap siapa tahu bisa tercapai. Aku dipersilahkan duduk di meja makan sambil menunggu dirinya membuat teh di dapur yang tidak jauh dari meja makan itu. Dari tempat dudukku, kuperhatikan setiap lekuk tubuh indahnya yang sedang sibuk dengan pot dan cangkir teh.

Sambil menyeruput teh hangat yang dibuatkan olehnya, kami pun kembali berbincang-bincang. Tanpa sadar Stacey memijat-mijat pundaknya, melihat hal itu aku pun menawarkan diri untuk memberikan pijatan kepadanya, dan Stacey pun meng iya kan tawaranku. “Waaah, rejeki nomplok nih” pikirku.

Dia mengajakku masuk ke kamarnya karena hanya disana saja yang ada kasur. Aku tahu dia mau ganti baju terlebih dahulu, karena begitu tiba di dalam kamar ia langsung menuju lemari pakaian. Aku cuek saja duduk di atas ranjangnya karena kupikir dia mau ambil baju lalu menggantinya di wc.

Tapi ternyata perkiraanku itu salah, dengan santai dia membuka baju dan celananya di depanku, membuatku melotot dan menelan ludah melihat g-string dan bra biru yang dikenakannya. Stacey pun tau reaksiku. Setelah selesai berganti pakaian yang lebih santai, ia merebahkan diri dengan posisi tengkurap.

Cerita Mesum Merasakan Tubuh Bule

Cerita Mesum Merasakan Tubuh Bule

Awalnya aku duduk di sebelah kiri tubuh Stacey sambil melakukan pijatan. Terkadang aku melakukan tindakan nakal, setiap pijatanku mengarah ke pantatnya, pasti pantatnya kuremas sambil kudorong ke atas. Anehnya, Stacey hanya diam saja mendapat perlakuan nakal seperti itu. Karena ia tidak marah maupun risih, aku pun mulai memberanikan diri untuk pindah posisi, kini aku duduk di atas pahanya sambil melakukan pijatan di punggung Stacey.

Kali ini tanganku yang mulai nakal, saat berada di sekitaran punggungnya, tanganku ku arahkan ke samping hingga mengenai payudaranya yang terasa kenyal. Dia tetap diam saja tak merespon apa-apa, maka semakin kuberanikan diri hinggi kali ini aku meremas payudaranya dari belakang. Kali ini Stacey membalikkan badan sambil tertawa dan bertanya, “What are you doing?”. Aku hanya tersenyum saja sambil terus melanjutkan gerakan tanganku yang menggerayangi tubuhnya. Sesekali aku kembali meremas payudaranya, Stacey hanya menoleh ke arahku sambil tersenyum saja mendapat perlakuan nakal dariku.

Karena mendapat respon positif darinya, aku mulai berani bertindak lebih jauh. Penisku yang sedari tadi sudah mengeras mulai kugesekkan perlahan di belahan pantatnya sambil terus meraba dan meremas payudaranya.

[baca juga : Cerita Mesum Ngewe Dengan Pramugari Bule]

Stacey pun sempat menggoda dengan bertanya benda apa yang ada di pantatnya saat itu. Sambil terus bergoyang perlahan-lahan kuarahkan wajahku ke telinganya dan membisikkan kalimat “Do you like it?” Ia tersenyum dan menjawab, “Of Course.”

Dia pun berusaha membalikkan badannya dan aku sedikit mengangkat badan agar tidak mempersulit gerakannya itu. sambil menatap mata dan meletakkan tangannya di pipiku, ia berkata “I want you tonight.” Tanpa ragu kusambar bibir tipisnya tanpa aba-aba, dia pun membalas ciumanku dengan liarnya, lidah kami saling beradu dan menghisap satu sama lain. Ini merupakan pengalaman pertamaku bercumbu dengan seorang bule.

Stacey mengarahkan tangan kiriku ke payudara kanannya, seperti memberi arahan agar aku meremas dan meraba area itu. Aku pun segera melaksanakan komando yang diarahkannya sambil terus berciuman. tangannya tidak tinggal diam perlahan tapi pasti mulai menjalar ke bawah dan meremas-remas penisku. Aku merespon dengan membuka celana dan celana dalamku supaya penisku bisa dimainkannya tanpa terganggu apapun.

Stacey tertawa melihat aku sudah mulai lepas kendali dan dibutakan oleh nafsu birahi. Ia mulai memegang kendali dan menuntunku dalam memperlakukan wanita saat di atas ranjang.

Kapan tepatnya kami melepaskan semua pakaian hingga telanjang bulat tidak lagi kuingat, kami melakukan beragam bentuk foreplay, jariku bermain-main di vaginanya. Stacey pun sempat mengulum penisku. Hingga akhirnya aku mulai melakukan penetrasi ke vaginanya.

Tadinya kupikir vaginanya sudah mulai longgar karena sudah sering bercinta dengan para lelaki. Tapi ternyata dugaanku itu salah, karena pada kenyataannya vagina Stacey masih terlihat rapat dan sempit ketika akan kumasukkan penisku ke dalamnya. Itu karena ia rajin merawat daerah kewanitaannya dan sering berolah raga.

Penisku terasa sesak sekali saat memasuki vaginanya, padahal ia sudah mengangkang lebar. Kumasukkan penisku sedikit demi sedikit, sambil sesekali kupaksa masuk karena sempitnya vagina Stacey. Desahannya mulai terdengar seiring dengan vaginanya yang kugosok-gosok menggunakan penisku, karena sudah tidak tahan lagi. Ia pun akhirnya mengajak bertukar posisi, kali ini aku yang berada di bawah.

Ia mulai menduduki penisku, setelah beberapa menit berusaha dimasukkan ke dalam vaginanya, akhirnya penisku berhasil masuk sepenuhnya. Stacey mulai melakukan gerakan maju mundur diatas penisku, desahan-desahan liarnya terdengar mengikuti irama goyangan pinggulnya. Tanganku pun tidak kubiarkan menganggur, kuraih payudaranya dan kuremas-remas. Stacey sudah benar-benar lepas kendali, terlihat dari tingkah laku goyangannya yang tidak karuan. Sambil terus bergoyang maju mundur, tangan kanannya memainkan klitorisnya.

Sambil sesekali ia meracau sendiri, disusul dengan desahannya yang kian keras. Tak lama ia pun berteriak “I’m Cum.. I’m cumming Doni… Aaaahh, your dick’s so nice.. aaaahhh” setelah kalimat itu selesai ia ucapkan, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat, terasa vaginanya mengedut memeras-meras penisku. Ternyata ia mencapai klimaks, penisku yang belum pernah merasakan sensasi senikmat itu pun sudah tidak tahan dan menunjukkan tanda-tanda akan orgasme. Tak lama mendapat goyangan dahsyat dari Stacey akhirnya giliranku yang mencapai klimaks.

“Do it inside, Don….aaahhh.. I wanna Feel you..”
Air maniku pun menyembur keluar bersamaan dengan desahan Stacey. Sambil menyemburkan spermaku, pinggulku kugerakkan ke atas agar spermaku menyembur lebih dalam ke dalam vagina Stacey. “So warm..” ujar Stacey setelah merasakan hangatnya air maniku masuk ke dalam vagina nya.

Setelah kami sama-sama orgasme, terlihat Stacey kelelahan dan merebahkan tubuhnya di atas tubuhku. Kuciumi bibirnya yang masih megap-megap itu dengan lembut, ia pun membalasnya. Kami berusaha mengatur nafas agar kembali normal. Sambil berciuman, kebelai rambutnya dan kupeluk tubuhnya. Tangan kirinya berusaha meraih tissue yang ada di meja samping tempat tidur tempat kami bergumul saat itu. Ia mengambil beberapa lembar tissue dan meletakkan di vaginanya sambil mencabut dari penisku untuk menahan air maniku agar tidak menetes ke mana-mana. Ia pun merebahkan badannya disampingku.

“Thank’s Don, You’re amazing..”
Senangnya diriku mendengar kalimat itu darinya, aku bangga karena mampu memuaskan seorang bule, Singkat cerita, kami pun mulai terlelap dan tidur bersama dalam kondisi tidak memakai apapun, hanya selimut yang menutupi tubuh kami.

Tamat

Demikian cerita mesum merasakan tubuh bule ini berakhir, semenjak hari itu kami pun sering mengulangi kegiatan seksual kami di setiap kali ada kesempatan, tidak hanya di dalam kamar. Terkadang kami melakukannya di tempat umum. Sungguh luar biasa memang.

Baca Juga :  Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenangkan

Leave a Reply