Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Mesum Jaman SMA Yang Indah

Cerita Mesum kali ini dijamin akan membuat sahabat pembaca berkhayal luar biasa, karena cerita ini benar-benar penuh imajinasi. Bercerita mengenai kisah cinta Peter dan Sherly yang menjalin kasih saat tahun-tahun terakhir di SMA, hubungan yang tadinya hanya sebatas pacaran pada umumnya hingga akhirnya mereka melakukan aktivitas seksual. Cerita ini kuberi judul Cerita Mesum Jaman SMA Yang Indah. Selamat membaca yaaaa..

Cerita Mesum Jaman SMA Yang Indah

Cerita Mesum Jaman SMA Yang Indah

Cerita Mesum – Namaku Peter dan pacarku Sherly, kami bersekolah di salah satu sekolah swasta di Jakarta, dan kami mulai berpacaran ketika memasuki kelas 3 SMA, sebelumnya kami hanya sekedar teman seperjalanan karena kebetulan rumah kami searah.

Sherly memiliki tinggi sekitar 155 cm, bisa dibilang cukup mungil dan imut-imut, tubuhnya pun kurus. Akan tetapi untuk ukuran payudaranya cukup besar, tergolong montok. Sering kali teman-teman kami berpikir Sherly memiliki nafsu seks yang besar. Maklum, namanya juga lelaki jika melihat perempuan seksi pasti otaknya menghayal kemana-mana. Alasanku menyukainya bukan lah penampilan fisik yang ia miliki, melainkan sikap pembawaannya yang manja dan caranya tertawa membuatku jatuh hati setiap kali melihat senyum manisnya ketika kami bercanda bersama.

Gaya pacaran kami tidak ada yang spesial, normal saja seperti layaknya anak-anak sebaya kami. Nonton bioskop, makan bersama, dan jalan-jalan di mall. Standar anak sekolah saja. Aku juga sering mampir ke rumahnya selepas pulang sekolah. Sekedar ngobrol ataupun mengerjakan tugas sekolah kami bersama. Kebetulan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga, dan ia memiliki seorang adik laki-laki yang masih duduk dibangku SMP. Ketika aku mampir, pasti ibunya menawarkan makanan. Adiknya pun cukup akrab dengan diriku, kami sering bercanda saat aku di sana.

Sehari menjelang acara perpisahan di sekolah kami, seperti biasa aku mengantarnya pulang dan mampir ke rumahnya untuk sekedar ngobrol dan bercanda dengannya. Kebetulan hari itu Ibu dan adiknya sedang menjenguk kakaknya yang sedang kuliah di Yogyakarta. Ayahnya memang setiap harinya pulang malam. Alhasil, hanya kami berdua saja pada siang itu yang ada di rumah.

Siang itu ia mengajakku untuk menonton DVD bersama, “Mau nonton DVD ga? Aku punya DVD baru ni,”
“Boleh,” sahutku. “Bentar ya, aku mau ganti baju dulu, sudah ga betah nih, lengket” katanya sambil berjalan ke arah kamar tidurnya. Sambil menunggu dirinya berganti pakaian, aku berinisiatif untuk menyiapkan film yang akan kami tonton.

Berselang 5 menit kemudian, ia kembali ke ruang keluarga mengenakan celana pendek dan kaos ketat. Setelah duduk di sofa bersama, kami pun mulai menonton. Film yang kami putar saat itu adalah film Fast And Furious 7.

Kuraih tangannya dan mendekatkan bahu kami, dia pun menurut saja dan lenganku pun saat itu berada di atas payudaranya yang kenyal. Hal tersebut sudah biasa, setiap kali menonton di boskop maupun dalam perjalanan pulang, kami sering seperti itu. Karena itu merupakan posisi nyamannya.

Lama kelamaan posisi duduknya makin turun hingga akhirnya ia tiduran diatas pahaku. Sungguh cantik pacarku ini, aku merasa beruntung bisa mendapatkan hatinya. Dengan santai tanganku pun kuletakkan di atas perutnya. Ketika adegan ada adegan panas di film, kurasakan nafasnya sedikit berubah. Terus terang aku pun merasa terangsang, dasar laki-laki mencari-cari kesempatan, pelan-pelan kugeser telapak tanganku ke atas payudaranya, namun dia menolaknya dan menggenggam tanganku serta mengembalikannya ke atas perut.

Karena terbawa suasana, kuberanikan diri untuk mencium keningnya ternyata tersenyum kepadaku. Kulanjutkan dengan mengecup pipi dan bibirnya, lagi-lagi dia tersenyum. Itu merupakan ciuman kami yang pertama. Ciuman yang awalnya hanya menempel, kini berubah sudah menjadi ciuman penuh nafsu. Lidah kami saling beradu dan tanganku pun mulai menjalar ke payudaranya.

Tiba-tiba dia mengakhiri kegiatan bercumbu kami, bangun dan duduk di sebelahku, “Sudah ya, takutnya nanti keterusan.”
“Sorry ya, abis kamu gemesin sih. Tau ngga, itu tadi ciuman pertamaku lho,” ujarku polos. “sama,” jawabnya lagi sambil tersenyum manis.

Kami pun kembali meneruskan kegiatan menonton yang tadi sempat ‘terganggu’.

Setelah film selesai, dia bangun dari sofa, “Mau ke mana?” tanyaku. “Aku mau siapin baju dulu buat besok,” jawabnya. Kebetulan besok kami akan pergi ke luar kota untuk acara perpisahan sekolah.

“Mau dibantuin ga?” tanyaku menawarkan bantuan. “Boleh,” jawabnya sambil berjalan menuju kamar. Aku pun mengikutinya ke kamarnya dan lagi-lagi inilah pengalaman pertama kali bagiku masuk ke kamarnya. Kamarnya betul-betul menunjukkan kalau dia masih manja, dengan nuansa berwarna pink yang ada di dalam ruangan dan tumpukan boneka di atas ranjangnya.

Dia mulai mengeluarkan pakaian yang akan ia bawa. “Yang ini jangan dibawa, terlalu seksi,” kataku ketika dia mengeluarkan bajunya yang memang tipis dan berbelahan dada rendah. “Protes aja ya kamu, beresin donk sekalian katanya mau bantuin,” jawabnya seolah protes dengan memasang ekspresi ngambek, lagi-lagi tetap terlihat manja.

Aku pun mengambil alih dan memilihkan baju yang menurutku cocok untuk dibawa. Tiba-tiba muncul ide isengku untuk memilihkan juga pakaian dalamnya. Kuambil salah satu yang berwarna krim, “ih jangan pegang-pegang yang itu” jeritnya manja sambil berusaha merebut dari tanganku. Aku pun berlari menghindar, “Wah ini toh bungkusnya, gede juga,” candaku.

Dia menarik tanganku dan memelukku untuk merebut bra dari tanganku yang lain. Segera saja kucium lagi bibirnya dan dia pun membalas ciumanku. “emmmh…emhhh,” suaranya mendesah sambil menggenggam tanganku.

Cerita Mesum Jaman SMA Yang Indah

Cerita Mesum Jaman SMA Yang Indah

Kuarahkan tubuhnya ke ranjang sambil terus berciuman. Pelan-pelan kurebahkan tubuhnya, hingga akhirnya posisiku ada di atas dan menempel di tubuhnya. Terasa betul payudara kenyalnya di dadaku. Kuraba-raba dan kuremas payudaranya. “emmmh…emhhhhh…emhhhh,” desahnya makin jelas dan kini tangannya sudah menyentuh penisku dari luar celanaku. Ternyata dia pun sudah terbawa nafsu.

Kuselipkan tanganku perlahan-lahan dari bawah pakaiannya dan berhenti diatas payudaranya, barulah kumulai remasan-remasan lembut diatas payudara yang kali ini secara langsung tanpa ada perantara kaos. Tak lama kemudian kaosnya kubuka keatas sebatas payudara sehingga kini payudaranya yang besar terpampang jelas dibungkus bra krim. Segera kuciumi kedua payudaranya sambil tanganku berusaha membuka bra nya, berhubung ini pertama kalinya juga bagiku untuk membuka bra perempuan maka aku mengalami kesulitan. Melihat aku yang tidak berhasil-berhasil, Sherly membuka sendiri bra nya sambil tertawa kecil. Akhirnya kini payudaranya yang selama ini tersembunyi, nampak jelas tanpa ada penghalang apapun. Putingnya nampak menonjol dengan warna agak pink.

Kumainkan kedua putingnya, kujilati bergantian. “emmmh….emhhhh…kamu juga buka dong,” pintanya sambil menahan desah. Segera kubuka baju seragam dan celana sekolahku namun masih tetap mengenakan celana dalam, ketika buka celana pendeknya ia kembali menahanku untuk tidak membuka celana dalamnya. “celana dalamnya jangan,” tolaknya ketika aku hendak melepaskan celana dalamnya yang berwarna coklat.

Aku menuruti permintaannya itu, karena aku tidak mau memaksakan kehendak, kembali kulanjutkan jilatan-jilatan di area puting payudaranya, tentu saja memainkan putingnya yang sebelah menggunakan tangan kiriku, sementara tangan kananku juga ikut ‘bekerja’ menggesek-gesek vaginanya secara perlahan dari luar celana dalam. “Enak ga?” tanyaku. Dia menjawab dengan anggukan kepala sambil tangannya meremas-remas penisku. Tiba-tiba dia menarik keluar penisku. Ternyata ia juga sudah gemas, “dibuka aja ya?” tanyaku sambil kubuka celana dalamku tanpa menunggu jawaban darinya.

Tangannya semakin kuat meremas-remas penisku, sementara tangan kananku mulai menjelajah kedalam celana dalamnya. Kugesekkan jari telunjukku ke bibir vaginanya ternyata sudah basah. Pelan-pelan kumasukkan jariku ke dalam vaginanya, kulihat kepalanya mendongak ke atas sambil terus mendesah.

“Boleh dimasukin ga?” tanyaku sambil menatap wajahnya yang terlihat sangat seksi. “Pelan-pelan ya,” jawabnya dengan nafas terengah-engah. Mendapat persetujuan, aku pun ambil posisi dan berdiri di antara kedua kakinya. Kulepaskan celana dalamnya, aku melihat langsung vagina seorang gadis yang masih benar-benar rapat dengan bulu-bulu halus yang sedikit basah akibat lendir vaginanya.

Kuarahkan kepala ke pahanya sambil perlahan-lahan kucium dan kujilati, terdengar suara desahan Sherly yang semakin menjadi. “aaaah…. aaaahhhhhhhh, Ter… aaahhh..” tangannya memegang kepala dan rambutku. Terlihat jelas ia sedang menikmati semua yang kulakukan di daerah pahanya. Saat hendak mengarah ke vaginanya tersebut, ia menutup dengan tangannya. Aku melihat ke wajahnya, ia hanya menggeleng sambil memandangku sendu.

Aku pun menegakkan kepalaku, dan mengakhiri kegiatan jilat menjilatku. Kulepaskan kedua tangan yang menutupi vaginanya dan kugesek-gesekkan penisku ke bibir vaginanya. Sesekali kujilat-jilat kedua putingnya. “ehmmm…ehhhhm….” lenguhnya makin tidak jelas. “Ter, masukin Ter, masukin….uummmmhhhhh,” pintanya seperti memelas.

Segera kudorong penisku memasuki lubang vaginanya, begitu sempit namun karena sudah dipenuhi cairan-cairan, akibat rangsangan tadi, perlahan-lahan penisku kun menembus vaginanya. “aaaahhhh….,” kali ini aku pun ikut mendesah mendapati rasa nikmat yang belum pernah kurasakan ini.

Setelah penisku berhasil masuk seluruhnya, terasa jelas denyutan-denyutan dinding vaginanya menjepit kepala penisku, begitu luar biasa rasanya. Kutatap wajahnya, mata kami pun saling berpandangan seolah terjadi kesepakatan untuk mulai gerakan maju mundur.

Pelan-pelan kumundurkan pantatku, otomatis membuat penisku tertarik keluar, kumajukan lagi untuk memasukkan kembali. Gerakan tersebut kuulangi terus menerus hingga akhirnya terdengar “Ter, enak banget Ter. Aduh enak banget….uummmhh,” Sherly semakin meracau. Lama-lama gerakan maju mundurku semakin kupercepat. Kedua tanganku pun terus memainkan puting payudaranya, sambil sesekali kuremas dan kujilat.

Dia pun menarik dan memeluk tubuhku. Kini tubuh kami menempel, kehangatan tubuhnya terasa sekali, payudaranya pun menempel di dadaku yang sedikit berkeringat. Bibir kami berciuman dan lidah kami saling membelit dengan liarnya. Benar-benar nikmat rasanya, sementara pantatku tetap kugerakkan naik turun agar penisku tetap keluar masuk di vaginanya.

“Ter…..ahhhhh…ahhhh….Peter.. aaaaahhhh.. ,” tiba-tiba tubuh Sherly tegang yang kemudian terkulai lemas. “Kamu keluar ya?” tanyaku sambil menghentikan kocokan penisku namun tetap membiarkan terbenam di vaginanya. ”Iya, enak banget, enak banget. Kamu belum ya?” jawabnya. Mendengar pertanyaan itu pun menjawabnya dengan gelengan kepala.

Usai menjawab pertanyaannya kembali kulanjutkan kocokan penisku. “Jangan cepet-cepet, masih terasa geli,” pesannya. Sebetulnya aku sudah hampir mencapai klimaks, jelang beberapa saat aku bergoyang air maniku pun keluar. “Ohhhhhh…ohhhhh…Sheerr..,” desahku saat mencapai orgasme.

[baca juga : Cerita Mesum Bercinta Dengan Teman Pacarku]

Kucabut penisku dari dalam vaginanya, nampak spermaku mengalir keluar dan kaumbil tissue untuk menahan air maniku menetes ke ranjangnya. Usai kututup vaginanya dengan tissue, aku pun tiduran di sebelahnya. “Enak banget, makasih ya, Beb.,” ucapku. Sherly hanya tersenyum dan memeluk diriku dan menyenderkan kepalanya di dadaku. Setelah beristirahat sejenak kami pun mandi bersama.

Keesokan harinya, di acara perpisahan sekolah, kami menjadi semakin mesra layaknya sepasang pengantin baru. Kami pun melakukan aktivitas seks di rumahnya setiap kali ada kesempatan.

Setelah lulus sekolah, kami terpaksa berpisah dan menjalin hubungan jarak jauh karena kami berkuliah di universitas yang berbeda kota. Namun hal tersebut tidak bertahan lama, karena jarang bertemu kami pun jenuh dan sama-sama memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami berdua.

Tamat

Baca Juga :  Cerita Mesum Kisah Masa Lalu Yang Luar Biasa

Leave a Reply