Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Mesum di Hotel Dengan Mama Muda

Cerita Mesum di Hotel Dengan Mama Muda

Cerita Mesum di Hotel Dengan Mama Muda

Cerita Mesum – Cerita mesum di hotel dengan mama muda ini bermula pada suatu siang aku sedang pergi ke Toko Buku Gramedia untuk mencari buku yang baru saja terbitdan menjadi perbincangan banyak orang, karena penasaran aku putuskan untuk mencarinya hari itu. Dengan berpakaian santai pencarian hari itu kumulai dari Gramedia Senayan.

Jika dideskripsikan, tubuhku ini biasa saja dengan tinggi badang 172cm dan berat 60kg bisa dibilang berat badanku ideal. Gaya rambutku pun biasa saja, potongan cepak dan disisir ke belakang.

Karena hari biasa kondisi toko buku pada saat itu tidak terlalu ramai, aku segera menuju bagian new arrival untuk mencari buku yang kuincar. Ketika aku hendak mengambil buku tersebut ternyata ada tangan yang juga hendak mengambil majalah tersebut. Kami sempat saling berebut sesaat dan kemudian saling melepaskan pegangan pada buku tersebut hingga terjatuh ke lantai.

“Maaf..” kataku sambil memungut buku tersebut dan memberikannya kepada orang tersebut yang ternyata adalah seorang wanita muda berusia di bawah 30 tahun. Wajahnya bulat, agak chubby, bermata tajam, tingginya kurang lebih hampir menyamaiku dengan sepatu hak tinggi yang dipakainya, dan payudaranya cukup menarik.

“Tidak apa-apa, lagi nyari buku ini juga yah.. Tadi saya sudah mencari ke mana-mana tapi pada habis, best seller katanya,” katanya sambil melempar senyum yang sangat manis.

“Iya, lagi rame soalnya nih buku, penasaran juga.”

“Kamu suka juga sama buku fiksi begini yah?”

“Lumayan sih, makanya ni bela-belain nyari,”

Saat sedang asyik membahas buku yang ingin kami beli itu, tiba-tiba “Ma, Mama.. Caca sudah dapet komiknya, beli dua boleh ya Ma…”, potong seorang gadis kecil dengan seragam SD’nya.

“Sudah dapet Ca..? maaf ya Dik, Mbak duluan”, katanya sambil menggandeng anaknya dan berjalan menuju kasir.

Sekitar setengah jam kemudian ada yang menegurku.

“Haai, seru amat baca bukunya”, tegur suara wanita yang halus dan ternyata yang menegurku adalah wanita yang tadi pergi bersama anaknya.

Rupanya dia kembali lagi, namun kali ini tanpa anaknya.

“Ada yang tertinggal Mbak?”

“Engga kok,”

“Anaknya mana, Mbak?”

“Baru aja pergi les,”

“Kok gak dianterin,”

“Supir yang anterin,”

Kami pun membahas berbagai macam buku yang kami suka, cukup lama kami berbicara sampai kaki ini terasa pegal dan berasa haus. Akhirnya Mbak yang bernama Naya tersebut mengajakku makan food court yang terletak di lantai bawah. Aku duduk di dekat jendela dan Mbak Naya duduk di sampingku. Aroma parfum dan tubuhnya yang wangi membuatku terangsang. Semakin lama dia juga semakin mendekatkan tubuhnya padaku, hingga bisa kurasakan kehangatan tubuhnya.

Baca Juga :  Cerita Mesum Terbaru Abis Dugem Jadi Sange

Saking dekatnya, lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, halus sekali lengan wanita itu. Lalu, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaik-turunkan tumitku sehingga pahaku bergesekan dengan paha kirinya secara perlahan. Terlihat beberapa kali ia menelan ludah dan menggaruk-garukkan rambutnya. Jangan-jangan dia terangsang juga nih, pikirku. Akhirnya dia mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut.

“Kemana nih?” tanyaku.

“Terserah kamu deh..” balasnya mesra.

“Kamu tahu nggak tempat yang private biar enak kita ngobrolnya,” kataku memancing dirinya.

“Aku tau..”, katanya sambil tersenyum menggoda.

Kami memesan taksi online, dan selama perjalanan kami hanya diam saja, aku coba untuk beranikan diri menggapai tangannya dan meremas jemarinya dan dia pun membalas dengan cukup menantang. Sambil meremas-remas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesek-gesekkan. Hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, aku tidak tahu apakah karena AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi.

Kami tiba di sebuah hotel di kawasan Gajah Mada dan langsung memesan kamar standart. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, saat berada dalam lift tersebut aku sengaja berdiri di belakang Mbak Naya. Kugesek-gesekan penisku ke pantat Mbak Naya dengan perlahan, Mbak Naya pun memberi respon dengan menggoyang-goyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku.

Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Mbak Naya dari belakang, kuremas-remas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya. Di sinilah Cerita Mesum di Hotel Dengan Mama Muda ini di mulai, adegan demi adegan perbuatan mesum kami berlangsung dengan penuh nafsu.

“Mmhh.. kamu nakal ya daritadi.. hhm, aku juga sudah ga tahan nih”, sambil dengan cepat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka rok. Ketika tangannya mencari reitsleting roknya, masih sempat-sempatnya tangan itu meremas kemaluanku.

Dia segera membalikkan tubuh, payudaranya yang berada di balik BH-nya telah membusung.

“Buka dong bajumu”, pintanya dengan mesra. Kuresmon permintaannya itu dengan segera menarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah. Dia sempat terbelalak ketika melihat penisku yang sudah keluar ujungnya dari celana dalam yang kukenakan. Kepala penisku hanya berjarak tidak sampai 1cm dari pusar, cukup panjang memang. Segera kucium bibirnya yang tipis dan kulumat dengan nafsunya, pertempuran lidah yang cukup dahsyat pun terjadi hingga nafasku ngos-ngosan dibuatnya.

Sambil berciuman, kutarik ke dua cup BH-nya ke atas, dan nampaklah payudaranya besar dan bulat, dengan puting kecil warnanya coklat. Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan celana dalamnya.

Baca Juga :  Cerita Mesum Skandal Seks Dengan Tante di Kantor

Ketika celana dalamnya sudah mendekati lutut segera kugunakan jempol kaki kananku untuk menurunkan celana dalam yang menggantung dekat lututnya itu, dan giliran bibirku yang turun melalui lehernya yang jenjang. Nafas Mbak Naya semakin mendengus-dengus dan kedua tangannya meremas-remas pantatku.

Akhirnya mulutku sampai juga ke payudaranya yang menggairahkan itu. Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami saling menindih di atas ranjang yang cukup empuk. Segera kunikmati payudaranya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan.

Setelah cukup puas, aku segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bagian pinggang, Mbak Naya menggeliat-geliat, saya tidak tahu apakah ini karena efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilin-milin putingnya yang sudah keras. Dan semakin ke bawah terlihat bulu kemaluannya yang tercukur rapi, dan wangi khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang vaginanya dan segera kujilat bagian atasnya beberapa saat.

Kulihat Mbak Naya menghentak-hentakkan pinggulnya ketika aku memainkan lidah di atas klitorisnya dan sekarang terlihat jelas klitorisnya yang kecil. Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat. Mbak Naya bergoyang dengan cepat, jadi sasaran jilatanku tidak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya. Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Mbak Naya ingin menggerak-gerakkan pinggulnya tapi kutahan.

Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya. Aku berusaha menahan dan erangan Mbak Naya yang tadinya sayup-sayup sekarang semakin keras dan liar. Kuhisap-hisap klitorisnya, dan aku merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerak-gerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas.

Cerita Mesum di Hotel Dengan Mama Muda

Cerita Mesum di Hotel Dengan Mama Muda

Mbak Naya menjerit-jerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, aku sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas. Terasa liang vaginanya sangat basah oleh cairan kewanitaannya. Dan dengan segera kuarahkan penisku ke vaginanya dan, “Slebb..” tidak masuk, hanya ujung batanganku saja yang menempel dan Mbak Naya merintih kesakitan.

“Pelan-pelan yaaa..”, pintanya lemah.

“Iya..Mbak”, dan kuulangi lagi, tidak masuk juga. Walaupun sudah memiliki seorang anak namun masih rapat seperti ini. Segera kukorek cairan di dalam vaginanya untuk melumuri kepala kemaluanku, lalu perlahan-lahan tapi pasti kudorong lagi senjataku.

“Aaaahhh.. pelan-pelan..” Busyet padahal baru kepalanya saja, sudah susah masuknya. Kutarik perlahan, dan kumasukan perlahan juga. Pada hitungan ketiga, kutancap agak keras.

“Aaahhhhh….” Mbak Naya menjerit, terlihat air matanya meleleh di sisi matanya.

“Kenapa Mbak, mau udahan dulu?” bisikku padda Mbak Naya setelah melihatnya kesakitan.

Baca Juga :  Cerita Sex Dengan Guru Cantik Yang Seksi dan Bohay

“Jangan, terus aja”, balasnya manja.

Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras. Yah, bibir kemaluannya ikut masuk ke dalam. Wah sakit juga, habis sampai bulu kemaluannya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kemaluan kan kasar, terus menempel di batanganku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Mbak Naya yang ketat sekali.

Dengan usaha tiga hitungan tersebut, akhirnya mentok juga penisku di dalam vagina Mbak Naya. Terus terang, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini bisa dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras.

Setelah Mbak Naya tenang, segera senjataku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Mbak Naya mulai menikmatinya. Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku. Akhirnya liang kewanitaan Mbak Naya mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh kasar dan lebatnya bulu kemaluannya sedikit berkurang dan bagiku ini adalah sangat nikmat. cerita seks.

Belum terlalu lama kugoyang vaginanya, tiba-tiba dia memelukku dengan kencang dan

“Aaauuuwww..” jeritannya cukup keras, dan beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya dan terbaring lemas.

“Istirahat dulu Mbak?” tanyaku.

“Iya. aku mau istirahat, capek banget… Tulang-tulang Mbak rasanya mau lepas..” bisiknya dengan nada manja.

“Oke deh Mbak, kita lanjutkan nanti aja..” balasku tak kalah mesranya.

“Kamu sering ya ginian sama wanita lain..” tanya Mbak Naya.

“Ah nggak kok Mbak, baru kali ini”, jawabku berbohong.

“Tapi dari caramu tadi terlihat sudah berpengalaman banget, Kamu hebat..Sungguh perkasa”, puji Mbak Naya.

“Mbak juga hebat, kemaluan Mbak sempit banget sich.., padahal kan Mbak udah punya anak”, balasku balik memuji.

“Ah kamu bisa aja, kalau itu sih rahasia dapur”, balasnya manja.

Kamipun tertawa berdua sambil berpelukan.

Tak terasa karena lelah, kami berdua tertidur pulas sambil berpelukan dan kami kaget saat terbangun, rupanya kami tertidur selama tiga jam. Kami pun melanjutkan permainan yang tertunda tadi. Kali ini permainan lebih buas dan liar, kami bercinta dengan bermacam-macam posisi.

Dan yang lebih menggembirakan lagi, pada permainan tahap kedua ini kami tidak menemui kesulitan yang berarti, karena selain kami sudah sama-sama berpengalaman, ternyata liang senggama Mbak Naya tidak sesempit yang pertama tadi, mungkin karena sudah ditembus oleh senjataku yang luar biasa ini sehingga kini penisku bisa memasuki vaginanya dengan lancar. Tapi permainan ini tidak berlangsung lama karena Mbak Naya harus cepat-cepat pulang menemui anaknya yang sudah pulang dari les piano.

Tapi sebelum berpisah kami saling bertukar nomor telepon sehingga kami bisa janjian untuk melakukan kegiatan seks bersama. Demikian Cerita Mesum di Hotel Dengan Mama Muda ini berakhir.

–Tamat–

Leave a Reply