Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Dewasa Nafsu Liar Tantri Saat Liburan

Cerita Dewasa Nafsu Liar Tantri Saat Liburan

Cerita Dewasa Nafsu Liar Tantri Saat Liburan

otakmesum.online – Cerita Dewasa Nafsu Liar Tantri Saat Liburan ini bermula ketika siang itu suasana kantin yang terletak di belakang kampus terlihat ramai, para mahasiswa dan mahasiswi sedang bersantai, suara dering ponsel, mesin kasir dan suara lantunan musik semua bercampur jadi satu. Di salah satu meja, terlihat kumpulan tiga mahasiswi cantik sedang asyik menyantap jajanan mereka. Kemudian datang dua orang mahasiswa, menghampiri mereka .

“Haloo…coba lihat ini…” kata seorang mahasiswa itu kepada mereka. Salah satu dari mahasiswi itu mtidakmbil selebaran tersebut dan melihat isinya yang berupa iklan liburan ke sebuah pulau dtidakn pemandangan laut yang indah dan eksotis.

“Apaan nih?” tanya Nanda, wanita manis berambut pendek terikat ke belakang itu.
“Ini adalah liburan kita, Nan” jawab Dodi.

Seorang mahasiswi lain yang bernama Tantri mtidakmbil selebaran itu dari tangan Nanda, kemudian melihatnya .

“Hmm..asyik juga yah, tapi ini cuma buat orang berduit, lihat aja biayanya, lumayan mahal..” Tantri berkomentar.

Dodi tersenyum, begitu juga dtidakn Dedi, karena mereka sudah punya rencana lain.

“‘Kita ke sana backpacker aja yuk, kalau lewat agen gini kan kurang asik, ga menikmati perjalanan.” terang Dodi . Ketiga wanita yang cantik itu melihat ke Dodi.

“Gimana caranya? sewa Kapal..?” tanya Tantri penasaran .
“Bener banget….Tenang aja, Om nya si Dedi itu orang pelabuhan, dia kenal sama penyewa Kapal dtidakn harga yang murah..” kata Dodi.
“Kapalnya sih gak mewah, tapi cukup lah, ada tiga kamar, buat kita-kita..” kata Dedi meyakinkan.
“Yang penting nyaman aja sih…” sahut Tantri.
“Terus biayanya jadi berapa seorang?” tanya Nanda yang mulai tertarik.
“Gini aja, loe pada siapin 2 jutaan aja masing-masing, itu buat sewa kapal. Selebihnya terserah loe orang buat uang jajan…” kata Dedi lagi.
“Haiii ..lagi pada ngapain nih?” kata seorang dosen muda, yang tiba tiba sudah berada dekat mereka.
“Eh Bu Heni, ini kita lagi bikin rencana buat liburan semester” terang Fifi , seorang mahasiswi, yang paling cantik dan agak pendiam itu.Sekali lagi Dodi mengungkapkan rencana liburan mereka pada dosen muda yang cantik itu.

Setelah mendtidakr penjelasan itu, Bu Heni pun mtidaknguk
“Kamu ikut, Vi?” tanyanya .
“Pengen sih, tanya dulu sama mama..” jawab Fifi.
“Hmm..aku boleh ikut gak?”  tanya Bu Heni lagi.
“Serius nih mau ikut?” seru Dodi.

Heni tersenyum,
“Serius dong, emang acaranya tertutup buat dosen
yah?” jawab Heni
“Kita ga bermaksud nolak kok, kita justru seneng kalau Ibu ikut, tapi jangan ngasih kita kuliah di kapal aja ntar” jawab Dedi bercanda.
“Kamu ini dasar..” kata Heni sambil menepuk kepala pria itu dtidakn selebaran.
“Jangan panggil aku Ibu dong ini bukan jam kelas kesannya tua ntar, panggil Heni aja kan udah sering aku bilang !” Mereka
pun tertawa-tawa.
“Eh, Vi, sekalian aja ajak, si Fina, please yah !” kata Dedi yang kebetulan naksir adik Fifi yang bernama Fina itu .
“Iya, nanti aku coba ajak dia, tapi mesti tanya dulu sama mama, boleh gak.” jawab Fifi.
“Emank berapa lama sih perginya” tanya Heni lagi.
“Kira-kira seminggu deh, paling lama sepuluh hari” jawab Dodi.
“Yah uda, kita bicarakan besok lagi, pokoknya kasih kabar lagi ya, yang jadi ikut siapa saja..” kata Dedi.
“ok deh, gini dulu aja, mau ajak yang lain juga masih boleh, tapi jangan terlalu banyak, soalnya kapalnya gak terlalu besar..” lanjut Dodi .

Mereka pun sepakat untuk bertemu lagi besok, guna memastikan jadi atau tidaknya. keesokan harinya mereka berkumpul lagi di kantin belakang kampus. Ternyata semuanya jadi ikut, tentunya beberapa dari mereka terpaksa berbohong pada orang tua mereka, dtidakn alasan kegiatan wajib dari kampus mereka. Yang paling senang saat itu adalah Dodi karena wanita pujaannya Fifi akhirnya ikut juga. Sudah setahun lebih Dodi melakukan pendekatan terhadap Fifi, memang susah karena Fifi seorang mahasiswi idaman dan bukan gadis gampangan.

Dodi belum menyatakan cintanya pada wanita itu, dia menunggu saat yang tepat agar hasilnya tak mengecewakan. Tetapi tanda-tanda ke arah sana sudah  ada, selama ini Fifi memang sudah menunjukkan kode positif atas usaha Dodi. Dalam liburan kali inilah Dodi berencana mengungkapkan perasaannya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Dedi, permintaannya agar Fifi mtidakjak adiknya, Fina terkabul. Dia mengenalnya ketika mtidakntarkan tugas kelompok ke rumah Fifi dan saat itu yang menerima adalah Fina. Waktu itu dia sempat berkenalan di pintu rumahnya tapi belum jauh karena Fina sudah keburu dipanggil ayahnya dari dalam rumah. Dedi mencatat, nama-nama temannya di secarik kertas. Dedi ,Dodi, Fifi, Fina, Nanda, Tantri dan Heni .

“Kalian mesti cepat setor uangnya dulu ya, gue mau bayar sewa kapal nih..” kata Dodi
“Yah udah, gue transfer aja yah. Minta nomor rekening loe dong..” kata Tantri yang cantik dan centil itu.

Dedi pun segera menyebutkan nomor rekening banknya.
“Oh iya, di kapalnya ada dapurnya, jadi bisa di pakai buat masak, nah loe orang juga mesti inget bawa bekal..”kata Dodi.

Mereka pun mengangguk.
“Sebagian sudah gue atur, beras dan lauknya sudah gue siapin, paling gue harap tambahan dari loe orang” kata Dodi lagi.
“Sip deh tenang aja..” kata Heni.
“ok deh, kalo gitu kita tinggal tunggu waktu berangkatnya aja..” kata Dodi lagi dtidakn semangat.

Mereka pun menganguk. Waktu yang ditunggu pun tiba, mereka berkumpul di kampus. Setelah semua siap, dtidakn menyewa Grab Car, mereka berangkat menuju dermaga dimana kapal yang mereka sewa bersandar.

“Wah, kapalnya lumayan, bagus juga…” kata Tantri ketika melihat kapal yang mereka sewa
“Haii, apa kabar? Aku Denis , yang akan mengemudikan Kapal ini ..” kata kapten Kapal itu memperkenal diri. Tantri pun menyalami kapten Kapal yang settidakh baya itu .
“Haai kapten..” sapa Dedi.
“Haai juga Dedi..” jawab Kapten itu yang sudah cukup akrab dengan Dedi sebelumnya.
“Wah, teman-teman kamu, cantik yah..” kata kapten Denis, yang membuat Tantri tersipu malu.
“Mari naik..” ajak kapten.

Cerita Dewasa Nafsu Liar Tantri Saat Liburan

Cerita Dewasa Nafsu Liar Tantri Saat Liburan

Mereka pun menaiki tangga kapal itu, dengan ditemani sang Kapten mereka berkeliling kapal dan menengok isi kapal itu.
“Ini kamar, itu juga.. Total semua ada tiga kamar.. kalian pilih deh mana yang cocok..” kata Kapten Denis.

Mereka pun memilih, Fifi, adiknya dan Heni, di kamar tengah. Sedangkan Tantri dan Nanda di kamar belakang. Dodi dan Dedi menempati kamar depan. Setelah membereskan barang-barang bawaan masing-masing mereka kembali berkumpul bersama kapten kapal itu.

Kapten Kapal itu menunjukkan letak dapur, ruang kemudi dan ruangan lainnya.

“Nah ini buat yang mau mancing, rell troling” jelas sang kapten.
“Wah asyik juga, boleh dicoba nih..” seru Dedi.
“Satu lagi yang penting,” Kapten Denis menambahkan.
“Jika terjadi apa-apa ambil kotak berisi penunjang kehidupan ini disini, kelak akan sangat membantu dalam keadaan darurat.” kata pria paruh baya itu seraya membuka sebuah tempat mirip brankas di salah satu koridor Kapal, di dalamnya ada sebuah kotak merah sebesar CPU berbahan plastik tebal. Benda itu diletakkan disana agar mudah diambil bila diperlukan pada saatnya. Para muda-mudi itu mangut-mangut mendengarkan penjelasan Kapten.
“Lama perjalanan sampai ke pulau itu, kira-kira tiga sampai empat hari..” terang kapten Denis.

Mereka pun mengangguk.

“Baiklah jika tidak ada pertanyaan lagi, kita berangkat sekarang ya?” tanya kapten itu.
“Berangkaaatt….” jawab mereka hampir bersamaan.

Perlahan Kapal itu bergerak meninggalkan dermaga menuju lautan luas. Dodi dan Dedi berada di dekat ruang kemudi bersama kapten Kapal, mereka asyik ngobrol masalah laut dan Sang Kapten juga membagikan banyak pengalaman yang dilaluinya selama 30 tahun lebih mengarungi lautan. Fifi, Fani dan Heni masih berdiam di kamarnya. Tantri dan Nanda berkeliling Kapal, di belakang Kapal mereka melihat tiga orang anak buah Kapal. ABK itu sedang membersihkan lantai dek Kapal itu. Ketiganya berkulit gelap, dan tampangnya agak seram.

“Mau mancing, Non..?” tanya salah seorang di antara mereka.
“Engga bang, cuma lihat lihat aja ..” jawab Tantri.
“Oh gitu.. gak apa-apa.. aku suka dilihatin kok, apa lagi sama perempuan cantik..”goda ABK yang berkumis dan kurus tinggi itu.

Nanda risih mendengarnya namun tak begitu bagi Tantri. Wanita cantik 20 tahun yang memang genit dan centil itu malah menanggapinya dengan senyum. Selain sebagai mahasiswi dia bekerja part time sebagai SPG sehingga memang terbiasa menebar pesona seperti itu, kehidupan seksnya juga lumayan liar, dia dikenal sebagai bispak yang pernah jual diri ke om-om dengan tarif tinggi.

“Bisa aja nih si abang..” balas Tantri.

Ketiga ABK itu tersenyum pada Tantri. Tiga pasang mata itu menatapnya dengan penuh nafsu pada kedua gadis itu terutama Tantri yang saat itu memakai kaos biru dipadu dengan hotpants dari bahan jeans yang pendek dan ketat. dtidakn demikian keindahan tubuhnya tercetak jelas, ltidakn dan paha jenjangnya yang mulus itu membuat ketiga pria ini menelan ludah. Nanda yang saat itu memakai kaos longgar dtidakn celana sedengkul juga menjadi tontonan mereka tapi kalah perhatian dari temannya yang pakaiannya lebih berani itu.

“eh Tantri balik yuk ..” ajak Nanda yang merasa tak nyaman dtidakn tatapan mereka. Tantri pun mengikuti ajakan temanya untuk balik ke kamarnya. Pandangan ketiga pria itu mengikuti sosok tubuh mereka yang menjauh terutama Tantri yang stidakja melgag-lenggokkan pinggul indahnya seperti berjalan di catwalk, terlebih ketika wanita itu menoleh
sekilas dan mengedipkan mata pada mereka. “gila , cantik-cantik yah tuh perempuan, bikin nafsu ..” kata ABK yang paling tua berumur sekitar 50an bertubuh kekar itu.
“Tul tuh apalagi yang rambutnya merah itu, nafsuin banget, kayanya dia suka ke gue tadi liat ga dia ngedip gitu huehehe|!” timpal temannya yang bergigi agak tonggos itu.
“Ngaco dia ngedip gitu ke gue lagi, gue liat jelas kok !” kata yang kurus tinggi itu. Mereka kasak-kusuk sendiri padahal kedua wanita itu sudah menghilang dari pandangan mereka.
“Heii|ngapain disitu ngerumpi !” sebuah bentakan dari belakang tiba- tiba membuat mereka terkejut dan menoleh ke arah suara. “Yat, dari tadi aku panggil suruh periksa ruang mesin kok ga jawab, malah ngerumpi, ayo sana !” perintahnya galak.
“Iya|iya kapten, maaf-maaf !” pria tonggos bernama Aan itu pun langsung berlari kecil ke dalam.

“Kamu Aki, ikut aku ke ruang kemudi, masa ngepelnya belom selesai juga, kapal udah jalan tau..” perintahnya lagi pada yang kurus tinggi itu
“kamu terusin sampai bersih ya..”

Denis memang berwibawa di mata anak buahnya, sekali perintah saja mereka langsung menjalankan perintahnya. Kadang memang dia harus bersikap keras begitu sebagai seorang pemimpin, tetapi di saat santai dia akan akrab seperti teman dengan mereka.

Malam hari, usai makan malam mereka saling bersenda gurau di dek kapal itu. Sembari menonton film mereka membicarakan keindahan tempat tujuan mereka. Namun berbeda dengan Tantri, di tengah film dia mulai merasa bosan karena subtitle filmnya agak ngaco karena film yang kami tonton itu memang bajakan, sehingga tak mudah di mengerti, maka dia memilih keluar dari ruangan itu, menuju keluar menikmati hembusan angin laut sambil menghisap sebatang rokok mentolnya. Tak jauh dari tempatnya tiga ABK tadi sedang beres-beres dan melihat ke arahnya, sekali lagi mereka menikmati keseksian tubuhnya. dengan hotpants jeansnya, paha mutih mulus Tantri terlihat jelas.

Satu ABK yang bernama Anto mencoba mendekat dan menegurnya.
“Wah, sudah malam masih di luar aja, nanti masuk angin, Non,” katanya membuka pembicaraan.
“Iiiih, bikin kaget saja, aku kira siapa” jawab Tantri.
“Lagi ngapain, Non sendirian di sini..” tanya Anto lagi.
“Lagi ngerorok, biasa bang abis makan, mau?” jawab Tantri sembari menawarkan rokoknya pada Anto.
“Tidak ah, rokoknya mentol, nanti jadi impoten,” jawab Anto.
“hihihi, emang sekarang gak impoten?” canda Tantri genit sembari tertawa kecil.
“Ya tidak toh Non, mau dicoba juga boleh…” jawab Anto semakin berani.

Wajah Tantri agak memerah, sepertinya dia malu. Dua ABK lain juga melihat jelas, Anto berhasil mendekati Tantri.
“Aaah… abang bisa aja, masa ajak aku nyoba sih ..” jawab Tantri sekenanya.
“hehehe..maf deh non, maklum di laut, jarang ada perempuan secantik non..” Anto melepas
rayuannya.

Tantri menjadi ragu, dia membuang sisa rokoknya ke laut, menghembuskan asap rokok dari mulutnya dan berkata
“Sudah yah bang, aku masuk dulu, dingin disini..”  antri pun berjalan cepat masuk ke dalam lagi, bergabung kembali dengan teman-temannya.

Beberapa jam kemudian mereka pun masuk ke kamar, dan bersiap untuk tidur. Begitu juga dengan Tantri, yang masuk ke kamar berdua dengan Nanda. Mata Tantri masih terbuka lebar, sedangkan Nanda sepertinya sudah asyik di buai mimpi indahnya. Entah apa yang ada di pikirannya, yang jelas perlahan kancing celana hotpantnya di bukanya, dan perlahan resletingnya dibuka. Jarinya masuk ke balik celana dalam putihnya, dan meraba selangkangannya sendiri. Mulutnya menganga, matanya terpejam. Tantri bermasturbasi, ini memang sering dilakukannya saat ia sedang horny, kali ini di sebuah Kapal. Apa yang dikhayalkannya tak lain adalah bercinta dengan para ABK itu, ABK yang berumur jauh lebih tua darinya dan berwajah gahar, berkulit kasar. Sudah lebih dari dua bulan Tantri tak merasakan sentuhan pria sejak putus dari pacar terakhirnya sehingga kini libidonya menggebu-gebu merindukan belaian, ciuman dan persetubuhan dengan lawan jenis yang perkasa dan mampu membuatnya menggelepar-gelepar.

Tangannya terus bermain di selangkangannya sendiri, sampai tubuhnya mengejang. Dan perlahan tangannya keluar dari balik celana dalamnya. Jelas terlihat jari-jarinya yang basah akibat lendir gairahnya. Tantri membersihkan jari-jarinya dengan tissue seadanya. Setelah menaikan kembali resleting celananya kemudian dia tertidur pulas.

Keesokan harinya, Dedi dan Dodi, asyik memancing dengan troling di belakang Kapal itu, dibantu oleh dua orang ABK kapal. Fifi, Fina , dan Heni berada di deck tengah, Fifi dan Heni sedang asyik ngobrol sambil bersandar di pagar kapal, Heni bercerita tentang rencana pertunangannya yang tinggal tiga bulan lagi dan Fifi juga berbagi cerita tentang kehidupan cintanya yang sedang dibayangi Dodi dia meminta pendapat dari dosen itu, sementara di belakang mereka Fina sedang berbaring di sebuah bangku santai sembari mendengarkan lagu dari HP’nya, sebuah kacamata hitam menghiasi wajahnya.

Aan si tonggos lewat di depan mereka, matanya tak bisa lepas dari ketiganya, terutama Fina yang sedang berbaring dengan celana pendek dan tanktop kuning mini membuat perutnya yang rata itu terlihat.
“Siang, Non” sapanya sembari cengengesan yang dibalas ramah oleh ketiganya.

Nanda membaca buku di dek terbuka, menikmati angin laut yang segar. Tantri memeperhatikan Dodi dan Dedi yang sedang memancing. Tapi jelas matanya menatap para ABK itu. Ada gairah tersendiri dalam diri Tantri kepada para ABK itu. Tantri melamun dan mengkhayal, bagaimana rasanya jika kemaluannya di masukan kemaluan mereka. Bersambung…

Bagaimana akhir dari Cerita Dewasa Nafsu Liar Tantri Saat Liburan ini? Tunggu kelanjutannya. Dijamin seru dan menggairahkan. Kunjungi terus web ini, banyak cerita dewasa yang menarik dan seru.

Baca Juga :  Cerita Dewasa Pemerkosaan Terhadap Diriku

Leave a Reply