Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Tante-Tante

Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Tante-Tante

Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Tante-Tante

Cerita Dewasa – Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Tante-Tante adalah kisah nyata yang kualami beberapa tahun lalu saat masih kuliah dan tinggal di kost saat berada di Jakarta. Aku adalah seorang bujangan yang berusia 23 tahun dengan tinggi 170cm, berat 60kg, saat ini statusku adalah mahasiswa di salah satu Universitas Negeri yang ada di Ibukota. Aku tinggal disebuah kost-kostan 7 pintu, kamarku terletak di posisi terdepan. Jika dibandingkan dengan teman-temanku, bisa dibilang aku ini termasuk anak yang pemalu.

Aku memang lebih betah berada di dalam kamar kostku daripada keluar nongkron. Sebagai seorang lelaki normal sesekali aku suka menonton film porno untuk memuaskan hasrat birahiku dan selalu berakhir dengan masturbasi. Di kamar sebelahku, tinggal seorang wanita muda sekitar 26 tahun bernama Wina, ia sudah bersuami namun belum memiliki anak. Sedangkan pintu no 3 ditempati oleh seorang wanita yang berusia 34 tahun dan sudah memliki 1 orang anak, ia bernama Nita.

Seperti biasa pada pagi hari semua penghuni kost sibuk di belakang entah itu mandi maupun mencuci. Rumah ini memiliki 4 kamar mandi terpisah dari kamar dan ada 2 buah sumur. Hari itu saat sedang asyik bersantai, terdengar olehku suara gemercik air orang sedang mandi.

Mulanya biasa saja, namun lama kelamaan timbul rasa penasaran. Aku mencoba melihat dari balik celah pintu belakang rumahku, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat Mbak Wina yang sedang mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Aku tidak tahu mengapa ia begitu berani untuk membuka tubuhnya pada tempat terbuka seperti itu. Mbak Wina yang sedikit kurus ternyata memiliki payudara yang montok dan sangat seksi. Dengan bentuknya yang kecil beserta puting warna merah jambu untuk orang yang sudah menikah bentuknya masih sangat kencang.

Aku terus mengamati dari balik celah pintu, tanpa kusadari kejantananku mulai berdiri. Tak mampu menahan dengan pemandangan tersebut aku langsung beronani sambil membayangkan tubuh Mbak Wina ditempat terbuka itu. Semenjak hari itu, aku jadi ketagihan mengintip jika ada kesempatan. Keesokan harinya, aku masih terbayang-bayang bentuk tubuh Mbak Wina. Hari itu adalah hari minggu, dan aku sedikit kesiangan.

Ketika aku keluar menuju kamar mandi, aku melihat Mbak Nita sedang mencuci pakaian. Dengan posisinya yang menjongkok terlihat jelas olehku belahan payudaranya yang sudah agak kendor tapi berukuran lebih besar dari punya Mbak Wina yang kulihat kemarin. Setiap kali aku memperhatikan pantatnya, entah mengapa aku langsung bernafsu dibuatnya. Kembali penisku menegang dan seperti biasa aku langsung beronani di kamar mandi.

Dua hari kemudian terjadi keributan di sebelah kamarku, ternyata Mbak Nita yang sedang bertengkar hebat dengan suaminya. Ia menangis dan kulihat suaminya langsung pergi entah kemana. Aku yang kebetulan berada disitu tidak bisa berbuat apa-apa. Yang ada dipikiranku adalah apa sebenarnya yang sedang terjadi. Keesokan harinya Mbak Nita pergi dengan anaknya, katanya kerumah neneknya, dan kembali sore hari.

Sore itu aku baru akan mandi, begitu juga dengan Mbak Nita. Setelah selesai aku langsung buru-buru keluar dari kamar mandi karena kedinginan. Tanpa sengaja aku menabrak Mbak Nita. Keadaan waktu itu sedang mati lampu sehingga sangat gelap. Mbak Nita hampir jatuh karena tabrakan tadi. Secara reflek aku langsung menangkap tubuhnya. Tenyata tanpa sengaja telah menyentuh payudaranya.

Baca Juga :  Cerita Dewasa Bercinta Dengan Mahasiswi Magang Baru

”Maaf.. Aduh maaf mbak, nggak sengaja..” ucapku.

“Nggak, nggak pa pa kok, wong saya yang nggak liat..” balasnya.

Sejenak kami terdiam dikeheningan yang pada saat itu sama-sama merasakan dinginnya angin malam. Tanpa dikomando, tubuh kami kembali saling berdekatan setelah tadi sempat malu karena kecerobohan kami berdua. Aku deg-degan dibuatnya dan tidak tahu harus berbuat apa pada posisi seperti ini. Sepertinya Mbak Nita mengetahui bahwa aku belum pengalaman sama sekali. Ia kemudian mengambil inisiatif dan langsung memegang kemaluanku yang berada dibalik handuk.

Belum selesai aku merasakan belaian tangannya, tiba-tiba ujung kemaluanku terasa disentuh oleh benda lembut dan hangat. Mbak Nita sudah berada dibawahku dengan posisi jongkok sambil mengulum kemaluanku.

“Aduuhh .. nikmatt.. terus .. Aaaahhh..” Sekarang aku sudah telanjang bulat dibuatnya.

15 menit sudah kemaluanku dikulum oleh Mbak Nita. Aku yang tadi pemalu sekarang mulai mengambil tindakan. Mbak Nita kuminta berdiri dihadapanku dan langsung kulumat bibinya dengan lembut.

“Eemmhh… Aaah..Uuuh..oohh..”  Ia mendesah ketika bibir kami saling berpagutan satu sama lain. Ciumanku berpindah ke lehernya. Bau sabun mandi yang masih melekat pada tubuhnya menambah gairahku.

“Aaahh. oohhh.. oohh…” kepalanya tengadah keatas menahan nikmat. Kini tiba saat yang kutunggu. Handuk yang masih menutupi tubuhnya langsung kubuka tanpa hambatan. Secara samar-samar dapat kulihat bentuk payudaranya. Kuremas dan kukecup dengan lembut.

“Aaaauuuh.. oohhhh.. nikmaat..teruss ..Aaaahhhh..” Mbak Nita menahan nikmat.

Sambil terus mencicipi bagian tubuhnya akhirnya aku sampai juga di daerah kemaluannya. Aku sedikit ragu untuk memcicipi kemaluanya yang sudah sedikit basah itu. Seperti di film porno aku mencoba mempraktekkan gaya melumat kemaluan wanita. Kucoba sedikit dengan ujung lidahku, rasanya ternyata sedikit asin dan berbau amis. Tetapi itu tidak menghentikanku untuk terus menjilatinya. Semakin lama rasa jijik yang ada berubah menjadi rasa ninkmat yang tiada tara.

“Aaaahh..teruuss ..tee..russ..ooohhh ..nikmat..” mbak Nita tak mampu menahan nikmat yang diterimanya dari jilatan mautku yang sesekali kuiringi dengan memasukkan jariku ke liang senggamanya.

“Mbak mau .. kelu..ar… ahh” racaunya. Tanpa kusadari tiba-tiba keluar cairan kental dari vaginanya yang belakangan kutau bahwa itu adalah cairan kewanitaan. Aku belum berhenti dan terus menjilati kemaluanya sampai bersih.

Puas aku menjilati kemaluannya kemudian langsung aku bawa dia kedalam rumah menuju kamar tidurnya. Benar-benar tak habis pikir olehku, wanita ini bisa kuangkat dengan mudah. Sesampai dikamarnya aku langsung terbaring dengan posisi terlentang. Mbak Nita tanpa diperintah sudah tahu apa yang kumau dan langsung mengambil posisi berada diatasku. Aku yang berada dibawah saat itu sengaja tidak berbuat apa-apa dan membiarkan Mbak Nita mengambil inisiatif untuk memuaskanku.

Mbak Nita langsung memegang kemaluanku dan mencoba menuntun ke dalam liang senggamanya. bllleb.. tanpa hambatan batang kejantananku tenggelam seluruhnya kedalam liang kenikmatan Mbak Nita.

“Aaahh..Aaaahhh…aaahhh..” Aku hanya terpejam merasakan kemaluanku seperti diperas-peras dan terasa hangat sekali. Aku tak menyangka bahwa kenikmatan bersenggama dengan wanita lebih nikmat dibanding dengan aku beronani. Mbak Nita mulai menggenjot pantatnya secara perlahan tapi pasti.

Baca Juga :  Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan

“Aaah..aaah..aaah..oooh..oooh..nikmaatt..aaaahh..” Mbak Nita terus melakukan gerakan yang sangat erotis. Desahan Mbak Nita membuatku semakin bernafsu ditambah dengan payudaranya yang bergoyang kesana kemari. Rupanya aku tak bisa lagi tinggal diam. Aku berusaha mengimbangi genjotan Mbak Nita. Tanganku juga ikut ambil bagian, aku berusaha mencapai kedua payudara yang ada didepan mataku itu.

“indahnya pemandangan ini” ucapku dalam hati.

Tidak puas dengan hanya menyentuh payudara Mbak Nita, aku langsung mengambil posisi duduk sehingga payudara Mbak Nita tepat berada didepan wajahku. Kembali aku melumat putingnya dengan lembut kiri dan kanan bergantian.

“Aaahh..aaah..aah..ooh..” Mbak Nita kelihatannya tak tahan menahan nikmat dengan perlakuanku ini.

Lama kelamaan genjotan Mbak Nita semakin cepat dan

“Aku..a..ku.. kee..luuarr..aaahh..ooohh..nikmaatt..” Mbak Nita mencapai klimaks untuk kedua kalinya. Aku yang belum apa-apa merasa kesal tidak bisa klimaks secara bersamaan. Akhirnya aku meminta Mbak Nita untuk kembali mengulum kemaluanku. Mbak Nita yang sudah mendapat kepuasan dengan semangat mengulum dan menjilati kemaluanku.

“OOoohh..oohhh..aaahh….ooohh…” ucapku ketika Mbak Nita semakin mempercepat kuluman dan kocokannya pada kemaluanku. Sepertinya ia ingin segera memuaskanku dan menikmati air kejantananku.

Selang 10 menit

“Aaah…ooooh..nik..maatt..oooh..”

*crot..crot..crot..*

Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Tante-Tante

Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Tante-Tante

Air maniku tertumpah ke wajah Mbak Nita dan sebagian di tubuhnya. Saat itu Mbak Nita tidak berhenti kulumannya dan menjilati seluruh sperma tersebut. Aku sangat ngilu dibuatnya tapi sungguh masih sangat nikmat sekali.

Setelah merasakan kepuasan yang tiada tara kami langsung jatuh terkulai di atas kasur. Mbak Nita tampaknya sangat kelelahan dan langsung tertidur pulas dengan keadaan telanjang bulat. Namun Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Tante-Tante ini tidak berakhir begitu saja. Aku yang takut ketahuan orang lain ini langsung keluar dari kamar tersebut dan mengambil handukku kemudian segera menuju kamar.

Ketika aku baru akan keluar dari rumah Mbak Nita, alangkah terkejutnya aku ketika dihadapanku ada seorang wanita yang kuduga sudah berdiri dari tadi dan menyaksikan semua perbuatan kami.

“Eh..mm..mbak..mbak ..Wina..” ternyata ia tidak lain adalah Mbak Wina.

“Permisi mbak, aku mau masuk dulu..” ucapku pura-pura tidak ada yang terjadi.

Sambil berjalan tergesa-gesa aku langsung menuju rumahku untuk menghindari interogasi dari Mbak Wina. Tiba-tiba

“tunggu…” peritah Mbak Wina.

Aku langsung panas dingin dibuatnya.

“Jangan jangan ia akan melaporkanku ke Pak RT” ucapku dalam hati.

”Aduuhh gawat nih, bisa-bisa diarak nih” pikirku.

“A..a..ada apa ya mbak” balasku. Mbak Wina langsung mendekatku dan berkata

”kamu akan aku laporkan kesuami Mbak Nita dan Pak RT atas apa yang telah kamu lakukan…” ucap Mbak Wina.

”Ta..tapi kami melakukannya atas dasar suka sama suka Mbak..” balasku dengan perasaan sedikit cemas. Tiba-tiba

”hahaha..” Mbak Wina tertawa.

Aku semakin bingung dibuatnya karena mungkin Mbak Wina punya dendam dan sekarang berhasil membalaskannya.

”Nggak usah takut, pokoknya sekarang kamu tetap berdiri di situ dan jangan bergerak ya…” usulnya.

“Mbak mau melaporkan saya atau takut saya lari..?” ucapku semakin bingung. Tanpa bicara lagi Mbak Wina semakin mendekatiku. Setelah tidak ada lagi jarak diantara kami tangan Mbak Wina langsung melepas handuk yang kugunakan tadi sehingga aku kembali telanjang bulat.

Baca Juga :  Cerita Mesum Serangan Fajar Dahsyat

”Mbak jangan dikebiri ya..” ucapku.

”Nnggak..nggak apa-apa kok..” balasnya. Mbak Wina ternyata langsung berjongkok dan mulai mengocok kemaluanku.

“Aaah..aaaah..oooh..ooooh..” aku yang tadi lemas kembali bergairah dibuatnya. Belum selesai aku merasakan nikmatnya kocokan lembut dari tangan Mbak Wina, aku kembali merasakan ada benda lembut, hangat dan basah menyentuh kepala kemaluanku. Aku langsung tahu bahwa itu adalah kuluman dan jilatan dari mulut Mbak Wina setelah tadi aku merasakannya dengan Mbak Nita. Kuluman dan jilatan Mbak Wina ternyata lebih nikmat dari Mbak Nita. Aku bertaruh bahwa Mbak Wina telah melakukan berbagai macam gaya dan variasi dengan suaminya untuk memperoleh keturunan.

“Aaaahhh… Aaahhh.. oohhh.. eehhhmmm…” desahku menahan hebatnya kuluman Mbak Wina. 15 menit sudah penisku dikulum, kini Mbak Wina telah berganti posisi dengan menungging. Pantatnya yang kecil namun berisi itu sekarang menantangku untuk ditusuk segera dengan rudalku.

“Ayo..cepetan..kamu sudah lama menginginkan ini kan..Mbak tau kamu sering ngintip dari celah pintu itu..ayoo masukkan…” ucapnya dengan mesra.

Aku jadi malu dibuatnya karena selama ini ia tahu perbuatanku. Tanpa pikir panjang aku langsung mencoba memasukkan batang kemaluanku ke liang kenikmatan Mbak Wina.

“Aduh..” meleset pada tusukanku yang pertama. Aku kembali mecoba dan akhirnya aku berhasil juga. “Gila nih perempuan..“ pikirku, “ternyata lubang kemaluannya masih sempit sekali” ucapku dalam hati. Perlahan aku coba menggoyangkan pantatku mau-mundur.

“Aaah…aaaah..aaaahh..oooh..oooh..ooooh..aaaaah..” Mbah Wina mulai mendesah menahan nikmat. Aku semakin mempercepat goyanganku karena memang ini adalah gaya favoritku.

“Ayo….teruuss..ayo….” teriakku memberi semangat.

“aaah..aaah..aaaah..oouuh..” desah Mbak Wina semakin terdengar kencang. Melihat payudaranya yang bergelantung dan bergoyang-goyang sambil terus menggenjot Mbak Wina aku berusaha mencapai payudaranya. Kuremas-remas dengan garangnya seolah meremas santan kelapa.

“Aaahh..sakiitt..aduuu..hhh..aaah..aaah..” Mbak Nita tak tahan akan perlakuanku. Aku tidak memperdulikannya dan tetap menggenjot dengan cepat.

Kemudian aku mengganti posisi dengan menggendong Mbak Wina didepanku. Kembali batang kejantananku kumasukkan kedalam liang senggamanya.

“Aaaahh..aaaah..aaaah..aaaah..” desah Mbak Wina. Kulumat bibir dan kuciumi seluruh leher dan kukecup kedua puting susunya yang merah itu.

“Nikkmatt sekaalii…aaah..aaah..aaah..oooh..oooh..” Mendapat perlakuan demikian bertubi-tubi akhirnya Mbak Wina tak sanggup lagi menahan klimaksnya

“Keeluuarr ..mau..ke..lua..rr” akhirnya Mbak Wina mencapai klimaksnya.

Aku yang sedikit lagi hampir klimaks menggenjot dengan semakin cepat. Terdengar suada kecipak-kecipak akibat hentakan antara kemaluanku dan kemaluan Mbak Wina yang sudah sangat basah tersebut. Tidak lama kemudian aku merasakan ada denyut-denyut di ujung batang kemaluanku dan akhirnya.

*Crot….crot….crot….*

Tumpahlah seluruh air maniku ke dalam liang senggamanya.

Setelah itu kami berciuman menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada dan kembali ke kamar masing-masing. Keesokan harinya ketika bertemu, kami berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Rupanya Mbak Nita tidak mau lagi berbicara denganku semenjak kejadian itu entah apa alasannya tapi aku terkadang masih melakukan hubungan seks ini dengan Mbak Wina ketika saya sedang ingin atau ia sedang sangat ingin melakukannya.

Saat ini aku sudah selesai kuliah dan tidak lagi tinggal di tempat kost itu, namu aku masih sangat merindukan berhubungan seks dengan Mbak Wina atau Mbak Nita karena mereka telah membuat saya tidak perjaka lagi. Demikianlah akhir Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Tante-Tante ini.

–Tamat–

Leave a Reply